-ZOE- Zone of Edutainment (Education and Entertainment)

Berita Seputar ZOE

Zoe, Memadukan Taman Bacaan dan Hiburan

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/19/pustaka/3998216.htm

BI PURWANTARI

Seorang anak laki-laki usia SD duduk di lantai kayu berwarna hitam sambil bersandar pada sebuah rak tinggi yang dipenuhi pajangan beragam komik. Tangannya asyik membuka halaman demi halaman komik Avatar yang saat ini serial filmnya sedang diputar di salah satu stasiun televisi swasta.

Selesai membaca Avatar, tangannya segera meraih komik Spongebob Squarepants, tokoh kartun lucu yang hidup di dalam laut bersama teman-temannya: Squidward, si cumi-cumi; tuan Crabb, kepiting pemilik rumah makan; serta Patrick Star, si bintang laut. Tak sampai sepuluh menit kemudian, ia kembali meraih komik lainnya, kali ini komik Si Kancil yang Cerdik. Cerita lokal ini dibacanya dengan tekun hingga habis dua judul, sama sekali tidak terusik oleh lalu lalang orang-orang yang ada di sekitarnya.

Di ruangan berbeda, sepasang remaja tampak duduk di sebuah sofa panjang sambil berbincang dan memandangi buku bergambar yang dipegang si remaja laki-laki. Mereka membalik-balik lembar demi lembar halaman buku sambil sesekali menyeruput secangkir cappuccino dan jus jeruk. Semenit kemudian, seorang pelayan menghampiri meja mereka sambil menyodorkan sepiring makanan. Suasana siang yang agak panas terasa lebih sejuk oleh semilir angin yang berembus memasuki ruangan kafe dengan interior setengah terbuka.

Tempat itu bernama Zoe, Zone of Edutainment. Letaknya di pinggir Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Seperti namanya, Zone of Edutainment, Zoe berupaya menawarkan konsep taman bacaan sebagai sarana pendidikan, sekaligus tempat hiburan. Area berukuran 180 x 3 meter itu memiliki desain bangunan yang membuat pengunjung nyaman untuk memuaskan hobi membaca maupun sekadar bercakap-cakap dengan teman sambil menyeruput minuman segar ataupun menikmati kudapan lezat.

Koleksi lengkap

Koleksi komik yang cukup lengkap—baik komik yang populer pada tahun 1970-an, seperti serial Si Buta dari Goa Hantu karya Ganes TH, karya-karya Yan Mintaraga, maupun komik-komik impor keluaran Marvel dan DC, karya-karya Tony Wong, hingga komik manga (Jepang) yang mendominasi pasaran saat ini—persediaan berbagai novel untuk remaja ataupun genre pop-science; serta harga buku yang diklaim oleh pengelolanya lebih rendah dari toko buku biasa, membuat Zoe didatangi baik oleh para pelajar, mahasiswa, maupun pekerja kantoran. Di sini mereka bisa menjadi anggota perpustakaan dan menyewa beragam buku dengan membaca di tempat ataupun dibawa pulang serta membeli buku dengan harga diskon.

Dengan konsep library- shop-cafe, Zoe tidak sekadar menyediakan ruang untuk membaca. Di lahan yang cukup luas juga terdapat kafe dua lantai semi-terbuka dengan menu bervariasi dan tentunya harga terjangkau, terutama untuk kantong mahasiswa. Mereka dapat mencicipi beberapa jenis menu, baik Eropa, Asia, hingga makanan untuk lidah lokal, seperti ayam betutu asli Bali atau soto betawi. Anggota sendiri juga mendapat fasilitas gratis makan-minum di kafe saat mereka berulang tahun, sekaligus mendapatkan buku senilai Rp 25.000.

Pencinta komik

Ide awalnya adalah menyediakan taman bacaan bagi mahasiswa. Sebagian dari empat pemilik Zoe memiliki hobi membaca sejak kecil. Begitu banyak koleksi buku mereka sehingga mencapai beberapa lemari, terutama komik dan novel. Ini mendorong mereka untuk berbagi dengan orang lain, sekaligus membidiknya sebagai peluang usaha. Dengan menyewa dua ruangan, satu ruang baca dan satu lagi ruang menyimpan buku, mulailah mereka membuka taman bacaan. Bandung adalah kota pertama tempat Zoe beroperasi.

Tak dinyana, animo pengunjung terus meningkat. Semakin banyak buku yang disediakan, semakin banyak pembaca yang datang. Lebih jauh, target yang mulai diterapkan selalu bisa terlampaui. Para pengunjung itu betah berlama-lama membaca sehingga ruangan yang ada tidak mampu lagi menampung.

Melihat perkembangan itu, mulailah mereka mengontrak sebuah rumah dan membangunnya, bahkan pemilik rumah akhirnya ikut bergabung. Setelah tujuh tahun berjalan, Zoe Corner di Jalan Pager Gunung, Bandung, hampir-hampir tak pernah sepi. Para anggota biasanya datang meminjam setumpuk buku untuk dibaca agar tidak bolak-balik meninggalkan tempat duduk karena khawatir akan ditempati orang lain.

Melihat keberhasilan itu, tebersit gagasan untuk membuka lebih banyak lagi taman bacaan bagi mahasiswa. Kota Depok yang dikelilingi banyak perguruan tinggi maupun sekolah menjadi pilihan yang masuk akal. Meskipun demikian, di antara kedua kota itu terdapat perbedaan karakter. "Di sini kebanyakan penyewa membawa pulang buku-buku yang dipinjam. Barangkali karena mobilitas orang-orang di sini lebih tinggi. Sementara di Bandung orang lebih senang membaca berjam-jam di tempat," tutur Erman, direktur sekaligus salah seorang pemilik Zoe. Karena itu, taman bacaan di Depok didesain semi-terbuka dan dilengkapi kafe agar mereka yang datang merasa seolah-olah membaca di halaman rumah sambil menikmati makanan atau minuman.

Setelah setahun tiga bulan berjalan, sejak 30 Juni 2006, Zoe Depok berhasil menjaring 3.100 anggota. Meskipun 80 persen anggota adalah mahasiswa dan pelajar, ada pula yang berasal dari pekerja kantoran maupun satu keluarga. Seperti Alina yang bekerja di salah satu bank swasta asing dan tinggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta, mengaku kerap menyambangi Zoe bersama teman-teman kantornya. "Tempatnya cozy buat kumpul-kumpul, menunya juga beragam, dan koleksi novelnya cukup banyak," urainya menjelaskan alasan ia tidak bosan datang ke Zoe.

Menurut Erman, bahkan ada pekerja kantoran yang tinggal di Tanjung Priok, Jakarta Utara, datang ke Zoe untuk meminjam komik. "Biasanya dia pinjam langsung banyak, bisa satu tas sendiri," paparnya.

Sebagian besar anggota Zoe adalah penggemar komik. Mereka tahu komik-komik baru atau yang lama. Karena itu, Zoe berusaha selalu memperbarui koleksinya. Bahkan, ada juga anggota yang mencari serial Kho Ping Ho sehingga di ruang tengah tempat beragam komik diletakkan terdapat satu deret rak yang berisi seri cerita silat karya almarhum Asmaraman S Kho Ping Ho ini. Pengelola Zoe pernah mendapat komik serial Si Buta dari Goa Hantu cetakan pertama, asli dengan ejaan bahasa Indonesia lama. "Ada anggota kami yang membelinya, padahal harganya mencapai jutaan rupiah," urai Erman.

Upaya Zoe memuaskan kegemaran membaca anggotanya bisa dibilang tidak main-main. Para pengelola terus mencari koleksi buku atau komik, baik baru maupun lama, seperti di pasar buku Palasari di Bandung dan daerah Senen atau Kwitang, Jakarta. Untuk memastikan setiap anggota yang datang mendapatkan yang diinginkan, setiap judul buku disediakan tujuh eksemplar atau paling sedikit tiga, kecuali serial Kho Ping Ho yang hanya satu buku setiap judul. Selain itu, Zoe turut memfasilitasi penerbit-penerbit komik Indie, penerbit di luar arus utama, dengan menyelenggarakan bengkel kerja (workshop) dan diskusi tentang pembuatan komik. Acara ini bekerja sama dengan komunitas komik Akademi Samali dan seorang pengamat komik, Hikmat Darmawan.

Buku dan kafe

Konsep memadukan buku dengan kafe dilakukan Zoe di Bandung dan Depok. Namun, di dua tempat itu terdapat perbedaan. Ini bisa dilihat dari proporsi pendapatan yang diperoleh Zoe. Di Depok, dari pemasukan total rata-rata Rp 200 juta per tahun, 80 persen berasal dari kafe dan sisanya dari buku. Sebaliknya, 70 persen pendapatan terbesar di Bandung adalah dari buku.

"Di sini ada istilah ’yuk kita makan ke Zoe’. Mereka memang datang hanya untuk makan dan minum," papar Erman lebih jauh. Untuk itulah Zoe menciptakan beragam menu makanan dan minuman serta berbagai pilihan paket lainnya. Di samping itu, beberapa kali Zoe bekerja sama dengan penerbit atau penulis buku menyelenggarakan acara yang berkaitan dengan buku, seperti book launching maupun bedah buku. Pada saat itu, biasanya Zoe menyediakan tempat lengkap dengan pengeras suara tanpa dipungut bayaran. "Timbal baliknya, para tamu akan makan dan minum di sini dengan membayar," ujar Erman lagi.

Beberapa program yang pernah diadakan di situ menyedot cukup banyak pengunjung. Misalnya saat ada acara mendongeng untuk anak-anak, seluruh ruangan—baik kafe maupun perpustakaan—disesaki peserta anak-anak beserta orangtua mereka. Atau acara lomba mewarnai untuk sekolah dasar. "Kami sampai bingung harus bagaimana menempatkan anak-anak itu saking penuhnya," cerita Erman yang tinggal di Bogor ini.

Fasilitas lain yang disediakan bagi para anggota adalah jasa pembelian buku, terutama buku-buku pelajaran atau diktat kuliah. Beberapa kali sekitar 15 mahasiswa minta kepada pengelola Zoe untuk dicarikan buku keluaran penerbit tertentu. Dari penerbit biasanya diberikan rabat 40 persen dari price list (daftar harga). Zoe mengurangi porsi rabatnya 10 persen dan diberikan kepada anggotanya. "Kadang kala malah buku pelajaran yang dicari itu hanya diberikan rabat 10 persen dari penerbit. Ya, kami tetap memberikan diskon 10 persen itu kepada mereka. Kami tidak mendapat apa-apa, hanya memberi jasa membelikan itu tadi," katanya.

Lain lagi cerita Zoe Corner di Bandung. Menurut Erman, porsi terbesar pendapatan dari buku sudah terlihat dari ruang baca yang selalu terisi penuh. Bahkan, ada orangtua yang anak-anaknya biasa datang ke Zoe sepulang sekolah, menyetorkan sejumlah uang sebagai deposit untuk sewa buku maupun biaya makan di sana. "Ibu anak itu biasanya menelepon, menanyakan apakah masih ada uang depositnya. Kalau sudah habis, dia setor lagi," papar Erman yang membawahi 43 karyawan dengan dua gilir kerja di Zoe Depok ini.

Usaha menggabungkan edukasi dan hiburan ini tampaknya mulai dilirik oleh pengusaha lokal lain. Menurut Erman, sudah ada permintaan dari Garut dan Semarang untuk membeli franchise-nya. Namun, para pemilik Zoe masih akan mempertimbangkannya. "Sebenarnya kami senang kalau semakin banyak orang yang membuka taman bacaan seperti ini. Tetapi, kami harus menghitung secara bisnis juga," katanya.

Tentunya, semua peluang untuk meningkatkan minat baca masyarakat umumnya dan generasi muda khususnya harus terus diupayakan terwujud. Apalagi di tengah kondisi di mana banyak anak muda terlibat kegiatan yang memberhalakan budaya kekerasan. (BI Purwantari/ Litbang Kompas)


Karena satu dan lain hal, mohon maaf kalau acara lomba mewarnai yang seharusnya diselenggarakan tanggal 15 Juli 2007, terpaksa harus diundur menjadi tanggal 29 Juli 2007.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi (021) 7775473.

Demikian pemberitahuan kami. Mohon maklum adanya.

Terima kasih.

Salam,

ZOE

 


Dear our beloved friends and our valuable customers,
 
We just wanted to send a hearty thanks to you for attending ZOE’s birthday celebration last Saturday night.
 
30 June 2006 - 30 June 2007, we can not believe it’s already been a year.
 
More words to say thank you from our partners, djarum, supra beef, delmonte, etc., our staffs for having such fabulous event that inflicting a fantastic feedbacks for zoe and guests - and all thoroughly enjoyed and were highly impressed with the venue.
 
Thank you once again, you made the event a huge success and we look forward to serve you much better again.
 
 
Warmest regards,
 
ZOE 1 celebration team


Eat ‘N Read for FREE

Tanggal :  11 Juni – 29 Juni 3007

 

Transaksi minimal Rp. 25 rb di Library, Shop and Movie atau transaksi minimal Rp. 100 rb di Cafe berhak untuk undian hadiah voucher gratis! Kegiatan akan berakhir tanggal 29 Juni dan malam harinya akan diadakan penarikan undian.

 

 

Book Drop Books with 1001 buku

Tanggal :  11 Juni – 30 Juni 3007

Waktu   :  09.00 – 21.00

 

Kegiatan kampanye dan penyumbangan buku untuk 1001 buku yang bertempat di ZOE. Hasil keseluruhan penyumbangan buku akan diberikan ke 1001 buku pada tanggal 30 Juni 2007

 

 

Bazaar Buku

Tanggal :  11 Juni – 30 Juni 3007

Waktu   :  10.00 – 19.00

 

Bazaar Buku dari ERLANGGA dan PUSTAKA LEBAH

 

 

ZOE’s Book Talk 1 : Sukses Karir dan Sukses Bergaul

Tanggal :  Selasa, 26 Juni 2007

Waktu   :  15.00 – 17.00

 

ZOE’s Storytell Sharing Time bersama Kak Aio

Tanggal :  Rabu , 27 Juni 2007

Waktu   :  15.00 – 17.00

 

ZOE’s Book Talk 2 : Memulai Perpustakaan Keluarga Praktis

Tanggal :  Kamis , 28 Juni 2007

Waktu   :  15.00 – 17.00

 

ZOE’s STORY TIME: bersama Kak aio

Hari, tgl :           Sabtu, 30 Juni 2007

Waktu   :           11:00 – 12:00

 

Penutupan BDB 1001buku

Hari, tgl             :           Sabtu, 30 Juni 2007

Waktu               :           12:00 – 12:15

Supported by     :           Komunitas 1001buku

                                    (Penyerahan buku sumbangan dari BDB 1001buku di ZOE)

 

Fortune Teller “TAROT”

Hari, tgl             :           Sabtu, 30 Juni 2007

Waktu               :           20:00 – 22:00

Lokasi               :           Cafe lt. atas

 

 

 

Pemutaran Film :

 

Selasa, 26 Juni 2007, 7 pm

Film Nagabonar (pertama)

 

Rabu, 27 Juni 2007, 7 pm

Film Anne Van JOGJA

 

Kamis, 28 Juni 2007, 7 pm

Film DENIAS

 

Jumat, 29 Juni 2007, 7 pm

 

Festival FIlm Pendek Komedi "Boemboe: El Meler - Dennis Adiswara, Jakarta; Yah.... Begitulah kehidupan - Kurnia Cerya, Jogjakarta; Peronika - Bowo Leksono, Purbalingga; Gthotkaca- M. Solikhin, Surabaya; Dunia ini panggung sandiwara: ceritanya muda berubah – Perdana Kartawiyudha, Jakarta

 

 



Special Privilege only for our valuable members

 

Birthday Parties are fun, but no party could be more fun than one at ZOE! We offer a very fun way to celebrate you birthday especially on this month, June. Because your birthday is ZOE’s birthday also, so…..let us party together!!!

 

As one of ZOE ONE Celebration Program, ZOE will give you the privilege for those who are celebrating birthday in June.

 

  1. 30 % discount (min. 10 persons)
  2. Voucher, t-shirt and ZOE pin for FREE

Do you want more? ZOE will give you a lot of surprises that will bring your party go hmmmm.!!!

 

Sooo, what do you waiting for?  Dial 021-7775473 NOW for reservation and further details. This privilege valid for member only and only for this dazzling June!

 

Don’t miss it!



“MOMOYE : MEREKA MEMANGGILKU”

BERSAMA KAWAN-KAWAN

PENULIS EKAHINDRA

Lifina  Dewi (Psikologi Klinis)

Adi Reksodirdjo (Negara dan Seksualitas)

Lina Martha (Kesusastraan)

 

24 Mei 2007 (18.30-21.30 WIB)

Zoe Café

Jln. Margonda Raya No. 27, Depok 16424

(Sebelah Rumah Sakit Bunda Margonda)

Undangan GRATIS

Contact Person :  Wisnu Adi -  08170177276

 

Momoye adalah produk sistem perbudakan seksual militer Jepang 1942-1945 atau Jugun Ianfu (budak seks). Adalah Mardiyem perempuan asal Yogyakarta yang dijadikan Jugun Ianfu pada usia 13 tahun. Militer Jepang menipu Mardiyem dan mengirimnya ke Ian-jo (rumah bordil militer Jepang) di Telawang, Kalimantan Selatan, bersama puluhan perempuan asal Jawa Tengah.

 

“MOMOYE : MEREKA MEMANGGILKU”

Merupakan buku yang membongkar SISTEM PERBUDAKAN SEKSUAL MILITER JEPANG 1942-1945 melalui kisah Mardiyem yang pahit sebagai Jugun Ianfu Indonesia bersama sekitar 200.000 perempuan di Asia.

 

Bagaimana Mardiyem bertahan hidup dari perkosaan

yang menyiksanya selama tiga tahun?

 

Bagaimana Mardiyem berjuang memperoleh keadilan bagi dirinya dan teman-teman yang mengalami nasib yang sama????

 

Bagaimana Mardiyem berjuang menghadapi diskriminasi sosial dari masyarakat yang memberikan ”Ransum Jepang”????

 

Temukan jawabannya di ZOE Cafe

 

 


Blog EntryZOE di Majalah Chic Feb 20, '07 3:40 AM
for everyone
















Majalah Chic lagi ngebahas tempat hangout asyik di sekitar Jalan
Margonda, Depok eih ZOE termasuk di dalamnya loh!



 



Baca beritanya deh, menarik!



 



Makasih banyak ya Majalah Chic. Sukses terus size=2 face=Wingdings>J










Blog EntryValentine Dinner at ZOE (50 rb only)Feb 9, '07 3:46 AM
for everyone
















 










Blog EntryMendongeng-Kado Cinta untuk Buah Hati AndaDec 12, '06 8:36 PM
for everyone

Seberapa sering Anda mendongeng untuk anak? Jika sudah mulai jarang, tak ada ruginya menggiatkan kembali aktivitas satu ini.

 

Pada jaman serba canggih dan praktis seperti sekarang ini, tradisi mendongeng untuk anak-anak sudah mulai tergusur, digantikan oleh hiburan menarik yang ditayangkan TV dalam berbagai acara, film yang beraneka ragam yang belum tentu cocok dikonsumsi oleh anak-anak dan juga permainan yang mengasikkan seperti video game atau playstation.

 

Padahal, kegiatan mendongeng sebenarnya bisa tetap memikat dan banyak manfaatnya loh bagi anak. Manfaat yang bisa diambil dari kegiatan mendongeng adalah bisa menjadi jembatan komunikasi dengan anak, sekaligus bisa menanamkan nilai-nilai moral dalam keluarga.

 

Selain itu, dongeng juga bisa memacu anak gemar membaca dan melatih anak agar tak malu dan percaya diri. Awalnya, mungkin anak akan diam saja. Namun, lama-lama anak akan mulai bertanya dan menirukan tokoh dalam cerita.

 

Tentu, mendongeng tak bisa asal mendongeng. Ada yang harus diperhatikan sebelum mulai mendongeng buat si kecil terutama bagi para orang tua. Memilih bacaan untuk anak di tengah-tengah lautan buku bacaan yang dewasa ini demikian melimpah ruah, pasti tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi bila dihadapkan dengan buku-buku bacaan hasil terjemahan, entah itu berupa komik, cerita pendek, atau novel.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih buku bacaan adalah:

  1. Lihat bahasa yang dipakainya, apakah mudah dicerna atau tidak oleh si anak.
  2. Jalan ceritanya apakah ada unsur kekerasan di dalamnya atau menjurus ke arah pornografi 
  3. Sebaiknya pilih sejumlah buku bacaan yang sarat dengan muatan lokal. Dongeng-dongeng yang pernah dilisankan oleh orang tua kita menjelang tidur, saat ini sudahbanyak yang dibukukan. Misalnya, berupa cerita rakyat dari Jawa Barat, seperti Dalem Boncel, atau cerita fabel seperti Si Kancil, dan sebagainya.
  4. Atau pilih bacaan-bacaan yang sarat dengan pesan keagamaan, juga bisa dijadikan pilihan di luar cerita-cerita yang sepenuhnya hanya berpihak pada persoalan social atau kemanusiaan.

Kunci utama agar kegiatan mendongeng sukses, selain pemilihan buku yang tepat juga diperlukan  kepercayaan diri orang tua! Ini modal yang terpenting selain dalam mendongeng para orang tua juga diharapkan untuk bisa menciptakan suasana yang komunikatif dan menyenangkan.  Banyak orang tua tidak percaya diri ketika mendongeng, akhirnya pesan dongengnya sulit ditangkap anak. Anak jadi boring, sementara orang tua sendiri terlanjur hopelles untuk meneruskan mendongeng.

 

Untuk lebih ‘menghidupkan’ suasana, para orang tua hendaknya membacakan cerita dengan antuasias dan akting yang meyakinkan, kalau perlu bisa larut dalam emosi, sehingga anak juga akan menghayati jalan cerita tersebut. Jika dalam cerita, banyak tokoh yang terlibat, usahakan membedakan mimik dan intonasi suara atau menggunakan boneka dan alat-alat pendukung yang ada korelasinya dengan cerita sehingga anak akan lebih menangkap tokoh-tokoh yang diceritakan.  Jangan lupa, ajukan pertanyaan tentang si tokoh dan jalan cerita ketika dongeng telah usai agar kita mengetahui apakah si anak benar-benar menikmati dan memperhatikan jalan cerita.

 

Selamat mendongeng…..   (etp)

 

Gambar diambil dari gettyimages.com

 

 


Blog EntrySekilas tentang ZOE DepokNov 20, '06 3:46 AM
for everyone

Mungkin untuk para penggemar komik, yang biasanya lazim disebut komikers di Bandung dan sekitar pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama ZOE bahkan sudah sangat akrab di telinga mereka. Tempat membaca yang nyaman serta kelengkapan buku, komik dan novel yang jumlahnya mencapai puluhan ribu itu menjadi daya tarik tersendiri dan membuat ZOE selalu ramai dikunjungi komikers.

 

Berawal dari Bandung itulah, maka ZOE mencoba merambah ke Depok. Dengan memanfaatkan sebidang tanah berukuran lebih dari 600 meter, di Jalan Margonda Raya No. 27, ZOE Depok dibangun menjadi sebuah tempat yang aman dan nyaman bagi setiap orang yang berkunjung dan telah dibuka untuk umum pada tanggal 30 Juni 2006 dari jam 09 pagi sampai jam 11 malam.

 

Hendry Paul Pitna, salah satu Owner dari ZOE mengatakan, “Sebetulnya konsep yang ditawarkan ZOE Depok tidak berbeda dengan ZOE di Bandung, hanya lahan di Depok jauh lebih luas. Kelebihan lain disini adalah nuansa café yang cozy, sejuk, rindang serta modern di ruangan terbuka dan pengunjung yang datang bisa tetap merasakan suasananya yang hommy sambil menyantap hidangan menu dari ZOEcafe yang cukup beragam, baik yang bersahabat dengan lidah lokal seperti sop buntut, nasi goreng hingga mie instant, menu Thailand seperti tom yam gong, juga menu Eropa mulai dari burger hingga steak dengan harga yang sangat terjangkau. Sangat cocoklah untuk ‘kantong’ mahasiswa, apalagi untuk ‘kantong’ pegawai kantor”, tambahnya.

 

Selagi menyantap makanan dan minuman, pengunjung juga bisa meminjam dan membaca buku, komik dan novel dari library kami. ZOElibrary menawarkan koleksi komik terlengkap seperti beragam komik Jepang, barat hingga komik-komik lokal Indonesia serta tak ketinggalan koleksi novel mulai novel laris (bestseller) hingga novel pop-science.

 

Beberapa buah sofa yang empuk ditata sedemikian rupa sehingga tampak siap menyambut orang datang untuk segera membuka dan membaca halaman pertama buku, komik atau novel pilihannya di tempat.

 

“Idealnya, selain menyediakan tempat dan bahan untuk membaca kita menginginkan, orang dapat berdiskusi dan ngobrol ngalor-ngidul untuk sharing sesama pengunjung. Komik-komik itu bisa mempertemukan kita dengan orang-orang. Mahasiswa-mahasiwa yang ingin kumpul dengan teman-temannya untuk berdiskusi atau kerja kelompok juga bisa berkumpul disini,” lanjut Hendry menerangkan tentang konsep ZOE.

 

Jika pengunjung tak sekedar hanya ingin membaca di tempat, mereka juga bisa meminjam untuk dibaca di rumah dengan menjadi member ZOElibrary kami. Bagi anda yang membutuhkan buku-buku terseleksi dari serial hingga buku langka, baik dari dalam atau luar negeri, bisa dipesan dan didapat di ZOEbookstore dengan harga yang relatif terjangkau dan mendapat potongan harga yang sangat menarik.

 

Untuk para movie mania, ZOEmovie dapat menjadi salah satu tempat alternatif yang menyenangkan bagi anda yang ingin mencari dan menikmati film-film favorit anda, mulai dari film festival dan anime hingga movie best seller dari Hollywood.

 

“Kami memiliki giant screen yang dapat digunakan untuk menonton film bersama. Rencananya kami akan membuat schedule untuk menayangkan film-film yang bermutu”, ujar Hendry menjelaskan kelebihan lain dari ZOE. “Pada saat-saat tertentu, giant screen tersebut bisa digunakan untuk para pengunjung yang ingin menonton bola bareng, F1, dengan keluarga atau dengan teman-temannya. Dengan kapasitas 150 orang, tentu acara menonton  akan tambah seru,” tambah Hendry.

 

Hendry menambahkan, “Kedepannya kami berencana untuk membuat tempat ini lebih menarik dengan acara-acara seperti story telling for children, bedah buku, talkshow dengan penulis dan lain-lain. Jadi tempat ini tidak hanya memberikan hiburan tapi juga bisa menjadi sarana penambah ilmu.”

 

Dengan konsep usahanya yang unik dengan menggabungkan kafe, taman bacaan, toko buku dan penyewaan film, ZOE dapat menjadi sarana hiburan alternatif yang mendidik bagi keluarga dan pengalaman rehat yang berbeda di tengah kesibukan kota Depok. (etp)

 

 

Tentang ZOE:

 

Berawal dari sebuah taman bacaan di Jl. Pager Gunung 3, Bandung yang berdiri sejak 21 Maret 2000 dengan nama Comic Corner. Di awal 2001 Comic Corner tutup sementara untuk renovasi, perubahan management, owner baru dan dibuka kembali sejak 21 Mei 2002 dengan ruang yang lebih besar menjadikan Comic Corner sebagai taman bacaan pertama dengan system yang tidak konvensional. Comic Corner menyediakan ruang khusus untuk pengunjung yang ingin membaca di tempat yang kini ditiru oleh semua taman bacaan yang ada di Bandung. Untuk mendukung Comic Corner sebagai taman bacaan keluarga, selain komik, kami juga menyediakan novel, majalah, pop-science dengan harga sewa yang semurah mungkin. Comic Corner mempunyai perusahaan induk yang kami beri nama ZOE (dibaca ZO-WE) yang merupakan singkatan dari Zone of Edutainment. Selanjutnya Comic Corner berganti nama menjadi ZOE. Pada awalnya, ZOE membawahi : Comic corner, ZOE movie, ZOE café serta ZOE bookstore yang selanjutnya lebih disederhanakan dengan ZOE -library-shop-cafe. Pada tanggal 30 Juni 2006, ZOE membuka cabangnya yang pertama di Depok.

 

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:

 

ZOE (Zone of Edutainment) -Library-Shop-Cafe-

Telp      : 021-7775473

Fax       : 021-7775473

Email    : zoedepok@yahoo.com

MIlist    : zoe-depok@yahoogroups.com

Website : www.zoecorner.com


Blog EntryBisnis Indonesia, 05 November 2006Nov 5, '06 7:03 PM
for everyone

Minggu, 05/11/2006 00:00 WIB
Nyaman bersantai di kafe berkonsep edutainment
oleh :

Edutainment cafe. Begitulah konsep yang ditawarkan Zoe Cafe. Dengan konsep tersebut, fasilitas yang ditawarkan di kafe yang berlokasi di Depok ini cukup lengkap. Perpustakaan dan rental DVD pun tersedia di tempat ini.

Konsep hiburan berbasis pendidikan tersebut, menurut Manajer Food and Beverage dan chef executive Zoe Cafe Indrajaya, memang sengaja disajikan agar pengunjung bisa mendapatkan berbagai fasilitas dalam satu tempat saja. Bisa juga memilih salah satu sarana yang disajikan.

Jika Anda mengunjungi Zoe Cafe, ada beberapa menu istimewa yang patut dicicipi sembari menikmati buku bacaan. Hal ini sesuai dengan konsep menu kafe ini yang menyajikan beragam jenis makanan mulai dari appetizer, menu utama, makanan penutup, aneka minuman spesial.

"Kami memang sengaja menghadirkan kafe yang serba ada dari segi makanan dan juga fasilitas," ujar Indrajaya.

Untuk pembukanya, ada beberapa menu yang bisa Anda pilih mulai dari zuppa fiesta yakni krim sup ayam yang disajikan dengan puff pastry stick atau salad yang terdiri dari campuran stroberi, daun selada, apel, dan nanas, disajikan dengan yoghurt berkuah rasa jeruk yang rasanya sangat segar.

Demikian pula untuk menu utamanya cukup banyak pilihan yang menggoda selera Anda. Ada Zoe steak, yang merupakan steak spesial yang menjadi favorit pengunjung Zoe Cafe. Ada juga chicken forrestierre, yakni grill chicken yang disajikan dengan bayam dan saus mushroom yang rasanya gurih dan pas di lidah.

Bagi Anda penyuka iga, jangan sampai terlewatkan mencicipi red hot ribs dengan saus kental yang rasanya lezat. Tak ketinggalan pula makanan pizza. Zoe Cafe menyediakan lima jenis pizza dengan beragam rasa. Meskipun bentuknya cukup tebal seperti halnya model pizza zaman dulu, namun dari segi rasa tidak kalah dengan pizza bermerek asing yang ada saat ini.

Menu lokal

Meskipun lebih banyak menyajikan menu makanan barat, Zoe Cafe juga menyediakan beragam jenis makanan Indonesia. Salah satunya adalah menu makanan ayam betutu asli Bali. Untuk makanan lokal ini bumbunya tetap menggunakan bumbu asli Bali. Rasanya pun tentu saja sangat khas Bali yang kaya akan rempah-rempah.

Untuk pilihan minumannya Anda bisa mencoba pink panther yang merupakan salah satu minuman favorit di Zoe Cafe. Jika Anda hanya berniat untuk kumpul dengan rekan-rekan bisa memilih beragam jenis kopi yang disuguhkan di kafe ini.

Zoe Cafe menyediakan 17 jenis kopi yang bisa dipilih seperti Jamaican codler yang merupakan paduan expresso, vanila pisang, es krim, susu segar, dan gula. Untuk bahan dasar pembuatan kopi ini, menurut Indra, didatangkan langsung bahannya dari Amerika.

"Kami mendatangkan bahannya dalam bentuk powder (bubuk)," ujar Indra.

Kafe yang kebanyakan pengunjungnya dari kalangan mahasiswa dan eksekutif muda ini juga sangat nyaman untuk dijadikan tempat nongkrong. Pasalnya, dengan konsep ruang terbukanya yang kaya akan unsur warna hitam dan merah, Anda akan merasa selalu diterima kapanpun juga.

Selain perpustakaan dan rental DVD baik film bioskop maupun film festival, di Zoe Cafe juga tersedia TV layar lebar di lantai dua yang disediakan untuk acara nonton bareng baik program acara olahraga maupun nonton bareng film-film festival yang disediakan di rental DVD Zoe itu.

Jadi, jika Anda ingin memanjakan diri dengan menikmati tempat makan yang serba ada, mungkin sudah saatnya Anda menjambangi Zoe Cafe. Biaya yang dikeluarkan pun tak harus besar. Cukup dengan Rp50.000 Anda sudah bisa menikmati menu lengkap di kafe berkonsep edutainment ini. (redaksi@bisnis.co.id)

Oleh Mia Chitra Dinisari
Kontributor Bisnis Indonesia



Sewa dan Beli Komik di Kafe

Pegawai di counter depan tengah melayani pengunjung.

Buat temen-temen yang kebetulan tinggal di Depok ataow lagi jalan-jalan ke sana, kalo trus mo baca-baca komik karya Man, Hasmi, Har dkk bisa ditemuin di ZOE. Kebetulan gw kemaren iseng2 ke tempat ini, gak tau kalo ternyata tempat ini sekonsep sama Potluck (Bandung). Cuma bedanya, di sini sebagian besaaaar isinya komik! Huaaaaa senangnya.... Selaen komik kita, di sini juga banyak manga, tintin, lucky luke, komiknya tony wong, novel, majalah, bacaan yang ringan gitu deh. Komik keluaran DC + Marvel ada juga sih, tapi keluaran taon 90an kayaknya.

Begitulah bunyi salah satu pesan dalam email di sebuah mailing list. Ya, Zoe yang dimaksud adalah singkatan dari zone of edutainment, sebuah tempat berupa kafe, perpustakaan sekaligus toko buku yang terletak di Jl Margonda Raya 27 Depok, Jawa Barat. Informasi dalam mailing list tersebut tergolong up to date karena Zoe memang baru dibuka pada 30 Juni 2006 lalu.

"Tempat ini sama dengan Zoe yang ada di Jalan Pager Gunung Bandung hanya di sini lebih lengkap karena ada kafe dan tempatnya lebih luas," ujar Operational Manager Zoe, Bonny Perkasa Halim.

Inilah persewaan komik yang sangat memanjakan anggota maupun masyarakat umum yang hobi membaca. Terdapat komik dari jadul, bahasa gaul yang berarti jaman dulu, sampai komik yang kini merajai pasaran yakni manga atau komik Jepang. "Sekurangnya ada 5.000 judul komik," kata Benny yang mengklaim persewaannya mempunyai koleksi komik paling lengkap.

Selain komik terdapat novel, majalah, bahkan buku-buku pop science. Cukup? Ternyata Zoe tak hanya menyediakan buku bacaan. Sebagai pelengkap lain mereka juga menyewakan berbagai film yang masih berhubungan dengan komik yakni film-film animasi. "Film-film indie dan film kelas festival yang tak ada di bioskop juga ada di sini," ungkap Benny.

Lalu, yang terakhir adalah kafe dan toko buku. Lengkap sudah. Benny yang hobi membaca dan nonton sepakbola ini menuturkan bahwa konsep Zoe adalah sebagai taman bacaan. Di sini, anggota atau member Zoe bisa sepuas-puasnya membaca di tempat sambil menikmati menu makanan dan minuman yang tersedia, menyewa buku dan film, atau membeli buku dengan harga yang lebih murah dibanding di toko-toko buku umum.

Beberapa pengunjung tengah membaca buku di reading space.

Kafe

Jadilah Zoe tak sekadar persewaan komik. Persewaan komik dan majalah sudah ada sejak dulu. Biasanya berupa kios sempit dengan tumpukan buku tanpa adanya ruang baca. Pelanggan datang, memilih buku, transaksi sewa buku, kemudian pulang. Sedangkan toko buku belakangan sudah mulai memberikan tawaran fasilitas menarik berupa ruang baca dan bersantai sehingga konsumen bisa berlama-lama menikmati membaca buku atau berdiskusi soal buku.

Zoe Depok tampaknya tak hanya memadukan dua wahana antara persewaan dan toko buku. Mereka menambahnya dengan kafe. "Ide awalnya memang karena saya lihat di Depok belum ada taman bacaan. Karena itu kami ingin ikut menumbuhkan minat baca dengan membuat tempat yang nyaman untuk menyewa, membaca di tempat atau membeli buku dan komik," ucap Benny.

Kenyamanan yang dibilang lulusan Fakultas Hukum Unpad ini memang tidak berlebihan. Kafe menempati lahan paling luas yang mengelilingi sebuah taman. Semuanya merupakan bangunan semi terbuka sehingga terkesan santai. Arsitekturnya juga dibuat ngepop.

Kendati terletak di pinggir jalan, kebisingan suara kendaraan dan suasana hiruk-pikuk lalu lintas di Jl Margonda tak sampai membias ke area kafe. Kaca pembatas serta alunan musik cukup sebagai "penangkal gangguan".

Sedangkan bangunan utama berupa bangunan tertutup dan berpendingin. Di situlah tempat buku-buku yang disewakan maupun dijual berada. Di samping bangunan utama terdapat ruang baca. Yang terakhir ini juga dibuat semi terbuka. Pada sore hari, pengunjung melimpah. Mungkin karena hawanya cukup mendukung dan memang kafe baru buka pada pukul 16.00 WIB selama masa soft opening ini.

Di dalam bangunan utama terdapat counter petugas yang mencatat semua transaksi. Selebihnya adalah rak-rak berisi buku yang tersusun rapi. Pengunjung akan dengan mudah menemukan buku yang dimaksud karena terdapat petunjuk lengkap laiknya sebuah perpustakaan. Novel, majalah, atau komik dipisahkan. Masing-masing kategori itu diberi penanda abjad awal judul buku. Bahkan, buku-buku baru dan best seller sengaja dipajang di tempat yang gampang terlihat.

Tak mengherankan, baru sebulan dibuka, tempat ini sudah mempunyai 700 member. "Paling ramai kalau Sabtu dan Minggu, tak cuma kalangan pelajar atau mahasiswa tapi juga keluarga yang membawa anak kecil," kata Benny lagi.

Operational Manager Zoe, Bonny Perkasa Halim dan koleksi komik, majalah, dan novel.

Potongan

Untuk menjadi member, cukup membayar Rp 50.000 untuk satu tahun, menyerahkan foto kopi KTP, foto diri, dan biodata. Sebagai gantinya, mereka yang terdaftar akan mendapatkan kartu anggota yang wujudnya mirip kartu ATM serta berbagai kemudahan. Member boleh menyewa buku dan mendapatkan potongan harga 10 persen setiap membeli buku. Sedangkan non-anggota tak bisa menyewa buku dan potongan untuk pembelian buku hanya lima persen. Harga buku dengan discount itu dijamin lebih murah ketimbang di toko buku lain.

Lalu, dengan Rp 7.500, pengunjung bisa sepuas-puasnya membaca buku di tempat, artinya tidak disewa atau dibawa pulang. Sedangkan untuk member cukup membayar 75 persen dari tarif umum. Bagi member yang menyewa lebih dari Rp 20.000, mereka bisa mendapatkan delivery service.

Tarif sewa rata-rata per buku adalah 10-15 persen dari harga buku. Untuk komik jadul bahkan ada yang disewakan Rp 500. Waktu sewa tergantung tebal dan jumlah buku yang disewa.

Bagaimana bila Zoe tidak mempunyai koleksi sesuai yang diharapkan pengunjung dan member? "Kami akan coba bantu dengan memberikan informasi di mana buku atau komik itu bisa didapat. Mungkin di tempat persewaan lain atau di toko buku lain. Jadi kami tidak melihat usaha lain serupa ini sebagai saingan karena market-nya pasti berbeda. Yang utama adalah pelayanan kepada pencinta buku," kata Benny.

Tak berhenti sampai di situ, Benny bercita-cita suatu saat nanti akan muncul komunitas yang terbentuk dari kalangan member Zoe sehingga akan ada kegiatan positif dan kreatif yang bersumber dari kecintaan terhadap buku. Semoga. [Pembaruan/Dwi Argo Santosa]


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help
Template design Copyright © 2005 Jeff Miller